Pojok Bergalau

Hanya sebuah halaman tempat menumpahkan pikiran dan juga hasrat bergalau ria

Put your Google adsense code here.

Minggu, 25 Juli 2010

Headquaretr chapter 11.

DGrayman © Hoshino Katsura. Code Geass © Clamp. Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki and Yusuke Murata. Headquarter © Ai.

Pair: LavEnYuu, HiruSena, SuzaLulu.

WARNING! Yaoi, OOC, Crossover, abal, gaje, segudang kelebayan di dalamnya. If you don’t like, then, don’t read. It’s FanFiction!

Hope you like end enjoy. Happy reading!

Xx---xX

Headquarter

[Eleven]

Xx---xX

Glegaaar!

Kilatan petir menyambar-nyambar. Dalam menara tinggi itu terjadi pertempuran yang sangat sengit. Angin berhembus kencang menerpa para Exorcist yang sedang bertarung di lantai dasar.

“Kyaaa!” Lenalee menjerit menahan roknya yang hampir tersingkap sempurna. Suatu momen yang membuat Lavi refleks jongkok untuk melihat “sesuatu” di balik rok itu. Biasa, pikiran lelaki.

“Lavi!!” tendang Lebalee tepat pada mata kiri Lavi. Sukseslah Lavi mengaduh kesakitan dan lompat-lompat bak kelinci peliharaan Jerry. Jerry pelihara kelinci? Yup! Katanya, sih, buat asisten dia bantuin Sena bangun pagi.

“Aagh!” Kanda terlempar akibat menahan serangan Akuma raksasa yang mereka lawan.

|Ada apa ini?! Apa yang terhjadi?| Mendengar yang ada hanya teriakan dan suara ledakan saja, Nunnaly makin ketakutan. Nunnaly tak bisa melihat. Ia buta dan lumpuh ketika kerajaannya dan sang kakak diserang oleh Akuma. Boleh dibilang, Leluoch dendam pada Akuma yang sudah merampas kaki dan mata adiknya.

|Nii-san…| Suara hati Nunnaly.

“Lenalee! Lindungi Nunnaly!” Akuma raksasa menyerang Nunnaly.

“Kyaaaa!”

BRUGH!

Xx--------------------------------------------------------------------------------xX

Traaang!

Braaak!

Kekkai ini tak hancur juga!” Allen berkali-kali menyerang Kekkai yang menghalangi ia dan Lelouch untuk menyelamatkan Sena. Lelouch tak bisa membantu banyak karena Innocence-nya adalah tipe parasit penghipnotis.

“Siaaal!” umpat Allen, sementara suara ringisan Sena makin terdengar oleh mereka berdua.

“Hiruma… san… Hiru…,” bibir kecil itu bergetar ketakutan. Tubuhnya masih disiksa dan dinikmati secara bersamaan oleh Agon, Akuma yang memakan Riku.

“Hiru… ma.”

“Jangan sebut nama sampah itu lagi!” Agon kembali menampar Sena. Tubuh Sena penuh luka. Dari kepalanya mengucur darah walaupun tak deras. Tubuhnya menggigil.

“Tasukete…,”

“Senaaaa!” teriak Allen dari luar kekkai. Ia terus menyerang kekkai dengan Crown Clown miliknya. Lelouch hanya bisa melihat dengan pasrah.

“Allen… apa kita tinggalkan saja?” sambung Lelouch.

“Aku gak akan ninggalin Sena! Gak akan ada yang bisa masak seenak dia!” ujar Allen teguh—dengan alasan yang kurang tepat dengan sikon tentunya.

Xx--------------------------------------------------------------------------------xX

Asap tebal mengepul dari arah lantai bawah, membuat para Exorcist di lantai itu tak bisa melihat apapun. Mereka hanya terbatuk-batuk.

“Uhuk… uhuk… apa ini?!” tanya Lavi.

“Uhuk… entah!” sahut Lenalee.

“Uhuk.. huek… haghag… tralalalala.”

“Ajegile, batuk siapa, tuh?!” Lavi bergidik ngeri. Takut-takut arwah veteran Bookman lain nemplok di sebelahnya dan ikutan batuk- batuk.

“Gak tau suara siapa! Udah cempreng, batuknya tak bernilai estetika pula! Gak tau diri!” Lenalee.

“Bukan aku! Batukku lebih berirama dengan nada dasar do!” sambung Kanda tak rela dituduh.

Tanpa para Exorcist ketahui, suara batuk tak berestetika itu adalah suara batuk dari sang Akuma.

“………”

“……..”

Asap mulai menghilang. Semua kembali dapat melihat sekeliling.

“Maaf, aku terlambat. Kalian baik-baik saja, kan?” sebuah suara menyeruak masuk. Suara yang sangat mirip dengan Kanda. Dengan suara batuk bernada dasar do. Seorang pria yang melindungi Nunnaly dengan menaiki mecha putih keemasannya.

“Suzaku!” Lavi berubah cerah melihat rekannya dari Oceania itu datang. Ia melindungi Nunnaly dari serangan Akuma dengan menjadikan Lancelot sebagai tameng.

“Lama gak ketemu, Cabang Eropa!” sapa Suzaku, “Tapi entar aja silaturahminya! Kita bereskan dulu Akuma satu ini!” ia kembali mengaktifkan Lancelot dan menyerang Akuma. Lavi dan yang lainnya ikut menyerang.

Trang!

Braaak!

Pshiuuuu!

Dar-der-dor!

Touchdooown!

Macam-macam suara yang di dengar Nunnaly. Suara pedang yang beradu, suara pukulan, teriakan, bahkan suara ‘Touchdown’ yang seharusnya salah tempat—dan nyatanya, humor ini emang salah tempat!—membuatnya ketakutan.

“Suzaku-nii, ada apa?” tanya Nunnaly takut-takut.

“Tidak ada apa-apa, Nunnaly, tenang saja.”

“Mana Nii-chan?”

Nunnaly makin ketakutan. Ia menahan lengan Suzaku yang sedari tadi asyik mengendalikan Lancelot-nya.

“Lulu… dia ada. Tenang saja. Dia pasti datang kemari,” Suzaku mencoba menenangkan Nunnaly. Dirasakannya tangan Nunnaly gemetar.

|Apa yang terjadi? Aku tak bisa melihat… aku takut. Nii-chan dimana? Macam-macam pikiran Nunnaly|

“Nunnaly, saat seperti ini, lebih baik berdoa sajalah… semoga pertempuran ini cepat selesai,”sambung Suzaku bijak.

|Ya Tuhan. Pertempuran?! Batin Nunnaly. Namun Nunnaly menuruti apa yang dikatakan Suzaku. Ia mengatupkan kedua belah telapak tangannya dan berdoa.

Dhuazh!

Akuma yang ditendang Lenalee terlempar ke belakang. Melemah.

Akuma-nya melemah!” seru Lavi langsung mempersiapkan serangan berikutnya.

Tak lama, muncul cahaya putih dari arah lantai. Muncul cahaya dari diagram sihir yang terukir di lantai batu itu.

“Gempaaa!” Kanda berseru merasa tanah reruntuhan itu bergetar. Seketika, simbol dari diagram itu memancarkan sinar kehijauan yang berkumpul di satu arah. Innocence.

Innocence?! Kenapa bisa keluar?!” heran Lenalee. Padahal, sedari tadi mereka bertempur, sama sekali tak ada reaksi dari Innocence tersebut.

Suzaku melihat sekeliling. Ia mengambil hipotesa setelah melihat gesture berdoa Nunnaly, “Mungkin, Innocence itu beresonansi pada Nunnaly...”

“Resonansi?” ketiga Exorcist Eropa bingung.

Cahaya tersebut makin terang dan terang. Ia mengeluarkan cahaya yang sangat kuat, bahkan memusnahkan Akuma itu. Tak hanya itu, sang cahaya turut memusnahkan kekkai yang ada di daerah paling atas menara. Tempat Allen dan Lelouch.

Braaak!

“Leleouch, aku berhasil! Kekkai-nya pecah!” Allen girang. Dengan hanya sekali serang, kekkai itu musnah. Ia dan Lalouch bergegas masuk ke dalam kamar.

“Sena!”

“Aaagh!” Agon merasa kesakitan akibat resonansi itu.

Praaang!

Ia melepaskan Sena dan kabur memecahkan kaca jendela. Terbang entah kemana.

“Tunggu, kau, Agon!” teriak Allen. Terlambat, Agon sudah menghilang.

“Allen… lihat…,” Lelouch mengajak Allen melihat Sena, “Tatapan matanya kosong….”

“Apa? Kenapa…?” Allen menutupi tubuh Sena dengan coat-nya. Ia mengguncang tubuh koki mungil itu.

“Sena! Sadarlah!” guncang Allen. Tubuh mungil itu tak memberikan respon. Ia bahkan tak menjawab. Tatapan matanya kosong.

“Sena!!” Allen kembali mengguncang tubuh mungil itu. Sama, tak ada respon.

“Allen… kita bawa dulu dia kembali ke markas,” Lelouch mencoba menenangkan.

“Sialaaaaaan!” umpat Allen memeluk tubuh Sena.

Xx­--------------------------------------------------------------------------------xX

“Ap-Apa itu, cho?” Chomesuke yang menunggu di luar terperangah melihat cahaya itu. Ia mulai khawatir dan mengejar ke dalam reruntuhan.

“Ada apa, cho?!” tanyanya setelah sampai di tempat para Exorcist. Dilihatnya Lenalee menggeleng. Semuanya terdiam.

“Mana Allen dan Lelouch, cho?” Chomesuke celingukan.

“Chomesuke…,” panggil Allen. Ia menggendong tubuh Sena dan turun ke lantai dasar bersama Lelouch.

“Suzaku? Kenapa kau ada di sini?” tanya Leleouch melihat pengawal pribadinya itu.

“Kamu kabur dari markas, Lulu! Aku kewalahan mencarimu, tahu! Untunglah aku mendapat kabar dari supervisor kalau kau kabur ke Eropa bersama Nunnaly!”

“Uuukh… oke…” Lelouch mengalah. Tumbenan akur-akuran sama Suzaku. Biasanya, berantem sampai cakar-cakaran.

“Sena kenapa, cho?” tanya Chomesuke. Allen tak mampu mengatakan apa yang terjadi. Ia masih shock dengan keadaan sahabatnya itu.

“Kita kembali dulu ke markas. Nanti kuceritakan selengkapnya,” ucap Lelouch. Ia melihat sekeliling untuk memastikan tak ada satu anggotapun yang kurang. Tunggu! Ada yang beda! Nunnaly.

“Nunnaly…?” Lelouch hampir tak percaya melihat adik perempuannya. Semuanya ikut menoleh dan kaget melihat keadaan Nunnaly.

“Syukurlah, Nii-chan tidak apa-apa. Nii-chan cocok sekali mengenakan seragam Exorcist itu.” mata gadis itu terbuka. Ia bisa melihat. Mata violet yang sama dengan Lelouch.

“Suzaku?” Nunnaly memandang lelaki yang berdiri di belakang kakaknya itu.

“Nunnaly!” Lelouch memeluk Nunnaly. Adiknya kembali mendapatkan pengelihatan, walaupun tidak dengan kakinya.

Hm… hipotesa Suzaku. Resonansi Innocence itu telah mengabulkan doa Nunnaly. Mungkin; ‘melihat kakaknya kembali’. Kemana Innocence itu? Sudah diamankan Kanda guna dibawa ke markas.

Xx--------------------------------------------------------------------------------xX

“Jadi, inikah Innocence yang tersembunyi di reruntuhan itu? Pantas saja reruntuhan itu sendiri yang tidak hancur layaknya reruntuhan lainnya,” telusur Reveer yang melihatnya dari layar ruang tamu.

“Terima kasih untuk kalian yang sudah membantu, cabang Oceania. Suzaku dan Lulu. Ah… juga Nunnaly!” ucap Komui. Saat ini, wajahnya berdua terpantul di layar ruang tamu.

“Ehm! Lelouch!” koreksi Lulu-eh, Lelouch.

“Komui… tapi Sena…,” Lavi melirik pintu masuk. Allen belum juga datang melapor. Murid Cross itu masih sibuk menemani Sena. Mengobati lukanya.

“Bocah itu masih dengan tatapan kosong. Entah apa yang terjadi padanya,” sahut Cross memasuki pintu ruang tamu.

“Cross Marian!” Komui berseru.

“Kurasa aku harus di sini lebih lama lagi. Kelihatannya, keadaan jadi makin gawat. Aku dan Chomesuke akan berada di sini untuk mengawasi para Exorcist ini. Tak masalah, kan, Komui?” Cross duduk dambil tetap menghisap rokoknya.

“Yup! Tak apa. Sekalian aku titip Lenalee. Laporan untuk Bak tak masalah. Biar kami yang kerjakan!” Komui menyetujui. Layar itupun switch off.
“Untuk sekarang, kita harus lebih waspada,” Cross menghimbau para Exorcist di ruangan itu.

“Kalian harus meningkatkan kemampuan kalian. Bisa saja para Noah itu menyerang dadakan!”

Para Exorcist mengangguk. Mereka setuju untuk berlatih.

“Dan untuk kasus Sena, kuminta Suzaku dan Lelouch membawanya terapi ke Oceania.”

“Siap!” Suzaku dan Lulu menjawab lantang.

“Oke. Untuk beberapa hari ini, kalian menginap saja di sini dulu. Kita masih harus berunding untuk rencana ke depannya!”

Xx--------------------------------------------------------------------------------xX

Di lorong markas Noah yang gelap, Hiruma berjalan sendirian dengan menenteng senjata apinya. Ia tak peduli kala Road masih mengudarakan siaran tangisnya live selama satu setengah jam. Itu urusan Tyki, bukan urusan gue!

“Ada Hiruma! Ayo minggir! Beri jalan!” para Akuma yang ada di lorong tersebut segera meminggir. Mereka memang tunduk pada Noah.

Langkahnya terhenti saat ia berpapasan dengan Agon.

“Kemana saja kau, Dread Sialan?” tanya Hiruma pada Akuma itu.

“Hanya jalan-jalan. Menikmati sensasi…,” jawab Agon.

“Oh,” pendek tanggapan Hiruma. Ia berjalan melewati Agon.

“Ngomong-ngomong, sekarang aku mengerti kenapa kau tertarik pada Exorcist mungil itu,” ucapan Agon menghentikan langkah Noah putih itu.

“Apa maksudmu?” Hiruma menoleh.

Agon menampakkan senyum liciknya, “Ternyata… tubuhnya enak juga. Aku sudah “mencobanya””. Ternyata matamu tak, salah, Sampah!”

“Ap-apa?!” mata Hiruma melebar. Ia mengerti benar arti dari kata “Mencoba”. Apalagi kata itu keluar dari mulut Agon.

“Menyenangkan sekali melihatnya menjerit kesakitan. Melihatnya merintih. Melihat air matanya. Oh, ya… ia juga berulang kali memanggil namamu.”

Mata Hiruma makin terbelalak. Urat-urat di kepalanya langsung mengencang.

“Brengsek!” umpatnya.

“Hahahaha!” tawa Agon puas, “Ada apa, Hiruma?! Kau marah? Tak biasanya aku melihatmu begini. Ayo, coba lawan aku!”

“Sialan!” umpat Hiruma lagi. Kali ini ia menembakkan Ak-47 pada Agon.

“Hahaha! Wajah macam apa itu?!” Agon tertawa, namun tawa itu berhenti ketika merasakan aura Hiruma yang negatif meningkat tajam. Aura membunuh bak iblis.

“Dread Sialan, sepertinya kau cari masalah denganku!” Agon kembali terdiam melihat tubuh Hiruma memancarkan aura gelap. Seketika, kulit Hiruma yang putih pucat itu berubah warna menjadi hitam. Persis kulit Road dan Tyki. Tanda stigma muncul di dahi Hiruma. Gigi taringnya menajam. Ia menggenggam erat berbagai senjata api yang entah dikeluarkannya dari mana.

Hiruma, black Noah version telah tampak.

DUAR! DHUAAAZH!

Agon hancur dalam satu serangan. Serangan dasyat dari Noah hitam itu. Hiruma menghabisinya tanpa ampun. Urat kemarahannya sudah tersulut.

“Dengar!” seru Hiruma pada para Akuma yang lain, yang juga melihat kejadian itu.

“Ada yang mau berurusan lagi denganku?! Ayo maju! Kalian akan berakhir seperti Akuma Dread Sialan tadi!” suara Hiruma meninggi. Para Akuma ketakutan. Tak ada yang berani buka mulut.

“Jangan cari gara-gara denganku!” Hiruma kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri lorong itu. Meninggalkan memori menggenaskan bagi para Akuma yang lain.

To Be Continued.

------------------------------------------

Yaaa! Maafkan saiia yang sudah nista memposting chapter terbaru HQ ini di blog saiia! Semoga Anda terhibur! Review? Anda bisa memberikan comment di bawah ini. Maafkan saiia jika ada kesalahan ketik dan banyak kata-kata asing yang gak dicetak miring ato di bold untuk efek bunyi, karena saiia ngedit ini chapter di warnet dan ngedit di warnet itu susahnya minta ampun dan gak nyaman—ditambah kompi warnet yang hobi banget hang!. Maafkan saiia! Untuk itu, saiia minta bagi kalian yang menyimpan Chapter-chapter HQ dari yang pertama sampai terbaru untuk mengirimkannya pada saiia. Akan saiia post lagi di FFn. Kalo di FFn, kan, gak usah ngedit ulang lagi di warnetnya XDD Saiia mohon bantuannya. HQ adalah fanfic yang sayang bila tidak saiia lanjutkan. Thanks for reading!

Mind to comment?

Label:

3 Comments:

    • At 25 Juli 2010 pukul 00.41, Anonymous Aion said…

      Woooo! Akhirnya lanjut! XD

      *hiks* kasian Sena... untung tuh dread jelek dibunuh sama Hiruma. GREAT JOB!! XD

      Ditunggu chapter selanjutnya~ XD

       
    • At 25 Juli 2010 pukul 06.51, Anonymous lunallachi said…

      Akhirnyaaa.... ya ampun.. XD

      AAHHHH~~ Saia suka nih~ ada hints AllenSenaaa~ mantaph!! :D
      Akhirnya dilanjutin lagi... :D
      Huahhh... Sena... ya ampun.. kau.. telah ternodai.. T^T
      Agon sialan... untung aja Hiruma ngasih pelajaran ke dia.. XDD

      Ni Lu-chan~ XDD

       
    • At 17 Agustus 2010 pukul 08.51, Anonymous Anonim said…

      ya ampun, sena udah ga perawan *plak* eh perjaka mksud'y :)
      keren. Yupz,, haruz d'lanjut ini mah kak! Apdeth, tpi jngan mpe stahun Lgi dunk T.T *dilema kangen HQ*

       
    • Posting Komentar

Jumat, 08 Januari 2010

Timeline fast!

WARNING: YAOI! Shonen-ai *saiia gak tau ini yaoi apa shonen-ai*.OOC.Abal.Gaje. Time line kecepetan!

Rated: T

Pairing(s): BeVin-HakuYuzu (Dalam hal ini, diambil dari fanart saiia dimana di situ Kevin menjadi bishounen cantik bersenjatakan Naginata(*1) =.=;)

Explatanions!
Ben: Aihara Hakuto.
Kevin: Saotome Yuzuru.
Gwen: Aihara Takami.
Julie: Yamamoto Jurii.

Hakuto No Jyuu Henshin.

“Hari ini tenang banget…huah…sedapnya liburan musim panas!” seru pemuda berambut cokelat riang, Aihara Hakuto, sedang menikmati libur musim panasnya dengan santai tanpa melihat—tutup mata dengan segunung pe-er musim panas yang menangis minta dikerjakan.

"Oke, hari ini aku mau tidur seharian!” ujarnya.

PLAK!

“Adaw!” ia kaget begitu melihat sebuah sepatu boot nan bau telah mendarat dengan nikmatnya di kepalanya. Entah siapa pelaku biadab yang telah melemparnya.

“Pemalas…kau baru bangun sudah mau tidur lagi!” omel pemuda cantik di hadapannya.

“Yu-Yuzuru!” ringis Hakuto memegangi kepalanya yang seperempat benjol, “Gimana kalo kepalaku jadi kayak kepala lohan hah?! Nanti aku gak ganteng lagi! Nanti Jurii gak naksir lagi!” protes Hakuto layaknya pengunjuk rasa yang mencak-mencak akibat BBM naik.

“Gantengan juga lohan kali?” jawab Yuzuru santai.

“Lagipula darimana kau masuk?!” tanya Hakuto bingung melihat ‘mahkluk cantik’ itu sudah berada di kamarnya. Persis jin antah berantah. bedanya yang ini tampangnya lebih menjual(?).

“Dari sana, aku kabur di kejar bosku…aku juga mau liburan!” katanya menunjuk jendela yang terbuka lebar. salah Hakuto yang tak mengunci jendela rapat-rapat. Untung Yuzuru yang masuk, entah apa jadinya kalau yang masuk adalah maniak mesum atau penjual organ tubuh.

“He…” seringai Hakuto penuh arti.

“Apa-apaan seringaimu itu?” Yuzuru bergidik ngeri melihat seringai serigala-coret lohan itu.

“Jangan-jangan kau dicampakkan Takami yah? Gak ada rencana pergi-pergi bareng dia? Wahahaha! Ternyata kau bisa juga dicampak-“

SHING!

Belum selesai Hakuto bicara Naginata Yuzuru sudah mendarat di depan hidungnya.

“Bicara sekali lagi, hidung pesekmu hilang sayang…” ganti kali ini Yuzuru menampakkan seringai manis-ralat ngeri di wajahnya.

“Terserah kau mau kehilangan hidung atau tidak, tapi aku datang ke sini karena diminta Takami untuk mengajakmu ikut festival musim panas nanti malam, yah, sekalian pinjam Yukata-mu…”

“Oh! Oke! Aku datang! Ternyata kau belum dicampakkan rupanya…”

JLEB!

“Silahkan sebut bagian mana dulu yang ingin kumutilasi, Hakuto!”

Siang yang damai tetap berlanjut…walau dari jauh terdengar suara teriakan memilukan seorang Aihara Hakuto. Kita berdoa saja semoga malam nanti ia bisa memenuhi ajakan sepupunya itu, dan lolos dari maut.

(HxY)

“Yuzuru! Hakuto!” teriak Takami malam itu. Di belakangnya sudah ada Jurii yang tampak manis dengan yukata miliknya. Membuat semua orang terpana dengan penampilannya, termasuk maniak mesum tingkat akut dan seekor anjing Cihuahua.

“Aihara…kenapa?” tanya Jurii melihat Hakuto tak bersemangat, ditambah plester di sana-sini di wajahnya. Tampaknya Yuzuru masih berbaik hati membiarkannya hidup-hidup. Satu lagi pandangan Hakuto yang berubah tentangnya, Yuzuru benar-benar psikopat sejati!

“Gak, aku hanya bersyukur pada Tuhan yang masih menyelamatkanku dari seorang psiko kejam…” jawab Hakuto yang membuat Jurii bingung.

“Hakuto! Kau lagi gosip apa?” tanya Yuzuru dari kejauhan dengan senyum misterius nan dinginnya. Entah instingnya tajam atau telinganya yang kelewat sempurna, omongan Hakuto yang berjarak 10 meter darinya saja bisa terdengar.

Hakuto menatap Yuzuru, “Gak, cuma ngomongin ada ayam lewat pake helm!” ucap Hakuto ngasal sambil menunjuk ke sembarang arah. Tak sadar yang ia tunjuk adalah seorang banci alumni binaraga waria. Alhasil Hakuto menambah koleksi benjol di kepalanya. Tapi menurutnya, lebih baik ditabok banci daripada harus di aniaya oleh seorang Yuzuru Saotome.

(HxY)

Malam cepat berlalu, Hakuto dan Jurii menghabiskan waktu bersama. Sementara Yuzuru dan Takami memisah entah kemana. Hakuto hanya bisa berdoa agar Takami tak menjadi korban kebiadaban Yuzuru yang sedang sensi entah kenapa itu.

“Hakuto! Lihat!” Jurii mengangkat bungkusan plastik bening berisi ikan, “Aku berhasil menangkapnya! Wah, lucu sekali!”

Awalnya, Hakuto ikut senang mendengar Jurii berhasil menangkap ikan, sampai ia melihat isi bungkusan tersebut. Ikan hiu!

“Ju-Juri?!” Hakuto bergidik menunjuk ikan tersebut.

“Lucu ‘kan? Mau kupelihara! Pasti nanti jadinya cantik deh! Terus ekornya jadi warna warni dan jago berantem!” Jurii tersenyum-senyum melihat anak hiu itu.

“Jurii…itu bukan ikan cupang loh!”

Jurii tersenyum pada Hakuto, “Tenang saja…nanti kalau sudah besar akan kuberikan pada Hakuto!” katanya tak menyadari Hakuto sedang membayangkan dirinya menjadi cemilan lezat makhluk laut doyan daging tersebut. Dipastikan sebelum berumur 20, dirinya hanya tinggal nama.

“Hakuto! Jurii-chan!” Takami mengahampiri mereka.

“Takami! Mana Psiko-Yuzuru?!” tanya Hakuto. Takami menggeleng.


“Dia diculik alien gak dikenal…aku sudah mencoba mencegahnya tapi…alien itu cepat sekali!” ujar Takami panik.

“Aihara! Ini gawat! Cepat kita tolong Saotome!” pinta Jurii.

“Gak usah!” Hakuto berbalik, “Gak usah ditolong…”

“Apa?! Tapi-“

“Aku gak peduli…” gumam Hakuto lirih.

“Hakuto! Aku tahu kau itu sedang sentimen dengan Yuzuru, tapi dia dalam bahaya loh!” Takami kesal. Ia menghampiri Hakuto dan ingin membentaknya.

“Uph-“ Hakuto menahan tawa, “Mwahahahaha! Kalian ini! Lebay amat sih?!”

“He?” reaksi konyol bin dodol, membuat Takami dan Jurii tercengo-cengo.

“Aliennya yang bego…menantang Yuzuru itu sama dengan menggaruk perut macan yang sedang lapar nan haus darah!” katanya lagi.

“Kita tunggu sampai kembang api deh! Kujamin, Yuzuru pasti muncul dengan tampang segar bugar, dia pasti puas setelah menumpahkan semua hasrat psikopatnya pada alien bernasib naas tersebut!”

(HxY)


Psiung! DUAR!

Kembang api warna-warni menghiasi langit malam kota Tokyo. Warna- warni bunga. Cuma aja kenapa ada piring terbang ketembak kembang api terus meledak. Dan anehnya lagi, bekas ledakan tersebut membentuk tulisan; ‘Kalo nyalain kembang api lihat-lihat dodol!’.

Hakuto, Jurii dan Takami melihatnya dari belakang kuil.

“Akhirnya datang juga kau!” sambut Hakuto.

"Begitulah!” jawab seorang yang katanya diculik tadi, Yuzuru.

Seperti prediksi Hakuto, wajahnya berseri-seri. Sepertinya semua stress hilang setelah puas menjadikan sang alien sebagai sarana kebiadaban tingkat akut abad ini. Entah diapakan. Yang pasti lebih baik dicium nenek lampir daripada harus berakrab ria dengan Naginata Yuzuru.

“Kau apakan alien tadi?”

“Cuma kusuruh mengasah Naginata-ku sedikit..eh, dianya langsung kabur!”

“Khasmu..” angguk Hakuto paham perasaan makluk berantena dari luar Bumi tersebut.

Takami dan Jurii terpana dengan Lelaki tampan berambut pirang, bergigi tajam dan beranting bak iblis yang lewat di depan mereka, mereka lantas menjadi stalker dadakan laki-laki tersebut.Tinggal Hakuto dan Yuzuru berdua.

Psiu! DUAR!

“Cantik yah?” gumam Yuzuru tanpa sadar. Hakuto menoleh padanya, tak sangka Yuzuru yang terkadang berhati Bandar togel itu mengerti keindahan. Yah, pemuda bertampang host tapiterkadang berhati bandar togel!

Seketika, terlintas peryataan konyol di kepala Hakuto,“Hei, Yuzuru! Bagaimana seandainya kalau aku jadi pacarmu?”

Yuzuru balas menatap Hakuto bingung, tapi setelah beberapa saat, ia kembali tersenyum, “Kau harus jadi alat pengasah Naginata-ku setiap hari…”

“Kalau gitu batal saja deh!” Hakuto meralat omongannya, bisa-bisa sebelum umur 20 tahun, dirinya tinggal kenangan.

“Asal kau tahu saja, kau orang pertama yang kuperlihatkan sifat asliku tahu!”

“He?” Hakuto terheran, “Jadi maksudmu kau cuma mau jadi psikopat di hadapanku?!” tanyanya. Yuzuru mengangguk.

“Kalau gitu aku harus membalasmu!” ujar Hakuto menarik Yuzuru naik ke atas panggung karaoke, “Kau harus tahan mendengar nyanyian ‘merdu’ku!”

"Jump it jump! Jump it Jump! WILD ROCK!”(*2) Hakuto mulai menyanyi lagu rock favoritnya, yang langsung membuat orang-orang yang mendengarnya bakal menderita budeg stadium delapan, tuli mendadak, jantung koroner, bahkan diare disertai flu burung(?)

CLIK!

Dan, Oh, tentu saja aktifnya tombol On/Off psikopat milik seseorang.


~END~

(*1)
Naginata: Tombak panjang senjata perang Jepang jaman dulu. Kalau kalian pernah nonton Shaman King, senjata Ren Tao adalah Naginata.

(*2) Wild Rock By Buzzlip-OST Gensoumaden Saiyuki Reload.

-I-I-I-I-

Abal? Gajhe? Nista? Maafkan saiia! Maaf jika semua chara kubuat OOC! Jika tak suka maaf adekku! Dan kalian pasti tahu kenapa judulnya Timeline Fast, karena time linenya emang cepet DX Comment plis!

Label: ,

2 Comments:

Kamis, 29 Oktober 2009

Femmale Alphonse di pair ama OC...

Ya...iseng2 nulis fanfic gajhe kayak gini...

silahkan menikmati~

Pairing: Xue/FemAl…er…lebih tepatnya FemAl/OC

Rated: T Sajalah!

Disclaimer: Fullmetal Alchemist © Hiromu Arakawa. Honesty Feelings. Alchemist! © Saiia.

-

-

“Sebelum mati, setidaknya aku ingin pacaran sekali saja….”

Gumaman khas gadis itu keluar, tubuh bajanya membuatnya tak terlihat seperti seorang gadis. Malah sering dikira lelaki maniak armor. Tapi nggak masalah baginya karena sudah biasa, dan oke-oke aja diperlakukan layaknya laki-laki.

Ia duduk di pinggir kolam air mancur, menatap pemandangan sekeliling yang penuh pasangan kasmaran di sekitarnya. Membuatnya makin iri.

Tubuhku tak bisa merasakan sakit, tak bisa lelah, tak bisa merasakan lapar atau ngantuk…tapi kenapa ingin merasakan apa itu cinta?’ batinnya.

Ia kembali melihat pemandangan yang sedari tadi memang bikin iri tersebut, ada pasangan yang sedang bermesra ria, ada gadis yang sedang merayu pacarnya supaya dibeliin cincin berlian atau mobil BMW, ada yang sedang makan sepiring berdua, bahkan ada yang norak dengan main kejar-kejaran di sela-sela pohon layaknya film Bollywood. Lengkap lagu Kuch-Kuch Hotahai pula.

Apa ada lelaki yang akan suka padaku seandainya aku tetap bertubuh zirah?’

Melihat pasangan norak tadi, Al justru berkecil hati. Bahkan bebek di belakangnya yang sedang berenang-renang tak mau kalah mesra. Sang bebek jantan mengajak sang bebek betina main polo air(?), atau adu renang.

“Hh…bahkan bebek aja nggak sendirian…” gumamnya pasrah, ia berjalan menuju hotel mumpung belum terlalu malam dan walau nggak ada nasehat, ‘Bahaya kalau perempuan jalan sendirian malam-malam’ buatnya, tapi Al terapkan juga nasehat tersebut.

-

-*-*-

-

“Ed! Ayo ke dokter! Kau sedang sakit ‘kan?!” omel Winry sesampainya Al di hotel.

“Nggak mau! Pokoknya nggak!” bantah Ed yang sekarang ngumpet di kolong meja.

“Ayo! Kau mau seumur hidup sakit perut? Nanti perutmu bisa diamputasi, mau hidup tanpa perut?” protes Winry balik. Al yang baru kembali dari kota keheranan melihat adegan kejar-kejaran ala Tom & Jerry ini.

“Winry…Nii-san kenapa?” tanya Al melihat Winry sudah siap dengan sapu untuk menyodok Ed keluar dari kolong meja.

“Al! Ini kakakmu, dia diare gara-gara makan makanan percobaannya sendiri! Dia nggak mau ke dokter padahal Xue sekarang juga sedang nggak ada!”

“Percobaan? Nii-san, memang kau makan apa?!” tanya Al lagi berbalik melihat sang kakak sedang disodok sapu oleh Winry. Makin lama makin mirip ibu-ibu ngusir tikus rumahan.

“E…anu..” Ed akhirnya buka mulut walau kepayahan, perutnya lagi-lagi melilit, dan buang angin terus menerus membuat nyamuk di dekatnya langsung mati, “Cu-cuma coba nyampurin agar-agar merah dan agar-agar hijau, dicampur lagi dengan kuah bakso lalu kutambah cabe keriting diblender dengan cabe hijau... kali aja aku punya obsesi koki bintang lima…” ujar Ed meniru sebuah iklan rokok.

“Nekat amat!” Al geleng-geleng kepala, “Ayo ke dokter!”

“Ogah!” Ed menggeleng, “Aku nggak mau disuntik!” ujarnya membayangkan jarum suntik segede bambu runcing.

“Nii-san!”

DUAK!

“Nah, ayo Ed, ku antar ke dokter…” Akhirnya kejar-kejaran dan tangkap menangkap dimenangkan oleh Winry. Dengan cara kekerasan, yaitu pukulan kunci inggris maut yang sukses membuat Ed tak berdaya.

“Egh…kau membuatku makin sekarat Winry, kalau aku sampai mati, kau akan kutuntut ke pengadilan…” kutuk Ed sebelum pingsan dengan lebaynya.

“Haha, ada-ada aja…Al, aku pergi membawa Ed ke dokter depan stasiun! Karena agak jauh, mungkin jadinya agak malam pulangnya…” pamit Winry sambil menyeret Ed.

“Iya…hati-hati ya!” lambai Al pada Winry.

“Dokter depan stasiun ya…” gumam Al, sedetik kemudian Al sadar kalau dokter di depan stasiun tersebut adalah dokter hewan.

-

-*-*-

-

Malam begitu sunyi. Al yang memang nggak bisa merasakan kantuk, akhirnya duduk di samping tempat tidur.

“Sepi…”

Al teringat lagi pemandangan tadi. Pemandangan yang membuatnya iri.

“Hhh…aku begini bukan berarti nggak ada yang kusukai ‘kan?”

Al menghela napas. Meratapi tubuhnya yang membuatnya terlihat sebagai laki-laki ini, ditambah ia selalu sendirian di tengah malam karena tak bisa tidur.

“Nii-san dan Winry lama….Xue juga belum kembali…”

Menyebut nama Xue, Al teringat sendiri akan sosok yang membuatnya merasakan apa yang namanya perasaan ‘suka’.

Ia teringat lelaki tinggi berkulit putih tersebut. Berambut hitam lurus yang ditutupi topi rajut. Ia suka pandangan mata lembut yang terpancar dari Alchemist negeri timur tersebut. Xue adalah anak kaisar Xing terdahulu yang terdampar di barat. Al juga menyukai Xue saat pemuda itu bertarung, maupun sedang mengobati orang lain menggunakan Alchemy miliknya. Yah, bagi Ed, itu menguntungkan karena mereka memiliki dokter pribadi kalau pemuda timur bernama lengkap Xue Fei itu ikut mereka.

“Benar-benar sepi…aku juga jadi ingin cepat-cepat kembali ke tubuhku…” ratapnya.

KRIK-KRIK-KRIK…

Jangkrik mulai bernyanyi-nyanyi ria, tapi Al sama sekali tak mempedulikan jangkrik-jangkrik pengamen tersebut. Sekalipun si jangkrik nge-rap dan akhirnya dangdutan.

TOK-TOK…

“Ng?”

Alphonse mendengar ketukan dari arah pintu, ia segera membuka pintu kamar. Terlihat seseorang berlumuran darah berdiri di depannya.

“Higyaa!! Zombie!!” teriak Al lebay melihat orang tersebut berjalan gontai ke arahnya. Persis zombie Resident Evil yang sering di mainkan Al.

“Al! Ini aku! Xue!” ujar si Mister Zombie.

“Xue?” Tanya Al.

“Ah Al…maaf, aku telat dan bikin kamu kaget…” Xue tersenyum lembut. Yang kalau saja Al manusia, pasti sekarang ia sudah jantungan.

“Ng…i-iya…ano…Winry membawa Nii-san ke dokter karena diare…” jelas Al menutup pintu kamar setelah Xue masuk.

“He? Ah…kalau tadi aku kembali lebih cepat, Ed tak perlu dibawa ke dokter…” ujar Xue duduk di sebelah Al sambil membersihkan dirinya dengan handuk.

“Xue, kau luka? Darah itu?” Tanya Al setengah cemas sambil menunjuk darah di wajah dan pakaian dokter alkemi itu.

“Oh ini?” Xue memperlihatkan noda darah di handuknya, “Ini darah ayam…”

“Ayam?!”

“Iya…” ujar Xue kesal mengingat kejadian yang menimpanya tadi.

“Tadi sore aku selesai mengobati seseorang yang kebetulan kutemui di tengah jalan dan ternyata saat aku mengobati, ada seorang peternak ayam yang melihatku dan memohon agar mengoperasi ayamnya yang kejang-kejang dan muntah darah. Padahal tinggal digoreng juga beres! Bikin lama!”

“Hahaha…” tawa Al.

Al melihat mata Xue sudah setengah sayu, pasti mengantuk ditambah lelah karena perkara ayam tersebut.

“Xue, tidurlah!” pinta Al.

“He? Kamu?” kelihatan jelas Xue menahan kantuk.

“Nggak apa, aku biasa sendirian kok!” Al mempersilahkan Xue untuk tidur. Xue yang menerima tawaran tersebut akhirnya hanya bisa melempar senyum pada Al.

“Maaf ya, permisi, aku tidur dulu. Oyasumi…” nggak pakai basa-basi, Xue langsung tidur bersandar di samping Al. membuat gadis zirah tersebut kaget.

“Ee…Xue?”

Al akhirnya pasrah melihat Xue sudah berlayar ke pulau mimpi. Ia membiarkan Alchemist timur tersebut bersandar padanya.

“Oyasumi, Xue…”

Aku tambah ingin kembali ke tubuhku, dan kalau berhasil, akan kunyatakan perasaanku pada Xue…’

-The End?-

*-*-*-*-*-*-*-*-*

OMAKE

*-*-*-*-*-*-*-*-*

“Permisi dokter! Ini pasiennya! Tolong periksa! Dia diare!” ujar Winry menyerahkan Ed pada dokter di hadapannya.

Si dokter kelihatan bingung, dia menatap lekat-lekat tubuh Ed.

“Ini jenis apa Mbak?” tanya si dokter keheranan, “Monyet spesies baru yah?”

“Hah?” Winry ikut-ikutan lemot, “Mo-monyet?”

“Iya, Ini hewan ’kan Mbak? Disini klinik hewan loh!”

“O Em Ji!” Winry baru ‘ngeh’ ketika melihat kucing, anjing, harimau, komodo bahkan anak brontosaurus berkeliaran di sekitarnya.

-End of OMAKE-

Semoga anda menikmati.

salam FMALover se-nusantara~ Aya-chan...

Label: ,

0 Comments:

      Posting Komentar

Sabtu, 01 Agustus 2009

Inspirasseh! Buat Author Fanfic Yang lagi Kena WB!

Beberapa kiat dodol saiia tentang Inspirasi buat nulis fic. Yang lagi kena WB (writers Block) boleh ngikutin XD

1. Kalo lagi mandek, coba dengerin lagu. Biasanya waktu dengerin lagu terilhami tuh, dari iramanya, apalagi yang nulis romance, lagu mellow pasti cucok tuh XDD

2. Ga mempan iramanya? Coba cari lirik dari lagu tersebut. Biasanya lirik puitis lagunya bisa mendatangkan hidayah(?) loh!

3. Coba baca fic orang laen. Terserah, kalo bisa pair (Kalo romance) yang kamu suka

4. Minta pendapat sama orang/Author laen. Atau minta sumbangan ide.

5. Nonton Anime atau film-film yang kamu suka. Kayak Film Hollywood, Bollywood(?), sinet(?),De Le Le. Boleh juga agak-agak nyontek scene dari film ituh XD

6. Kalo Yaoi, coba mikir yang enggak-enggak *Ditampar kiri-kanan*


Saiia rasa, segitu aja dulu kayaknya T.T Biasanya enam cara di atas ampuh buat saiia XP
Saiia harap ampuh juga buat para Author yang lagi didera WB! Semoga ampuh, selamat mencoba.

~Akatsutsumi Ai~

Label: ,

2 Comments:

Sabtu, 25 Juli 2009

Shoujo-Ai? Friendship!

Er...saiia udah banyak nulis fic yaoi maupun straigth~ Terutama fic D.Grayman n Eyeshield 21 XDD (Yullen! Laven! HiruSena!!) Lainnya straight kayak FMA (Edward/Winry) Digimon (Lee/Hikari) Naruto (Pein/Konan;Naruto/Hinata) Alice Gakuen (Natsume/Mikan)
Akhir-akhir ini saiia tertantang buat bikin Original fanfic Friendship-Shoujo Ai-, tokohnya udah ada, Ai dan Sunny~ *Hayo...siapa tuh?! Bisa nebak?*
Ai artinya cinta dan Sunny artinya matahari. Hm....mari uji kemampuan saiia dalam menulis cerita baru ini XP

semoga saiia bisa! Impian saiia bisa menulis semua genre fic, baik straght, Shoujo-Ai, maupun Yaoi :P

Ingat! Yang kutulis hanyalah Friendship semata! Saiia nggak demen Yuri! Aku demen Yaoi! *Dirajam*

Label: ,

0 Comments:

      Posting Komentar